Hooded Pitohui, Dikonfirmasi sebagai Burung Beracun Pertama di Dunia
Diwaktu yang sama, Wikipedia juga melaporkan jika par ailmuwan turut menyiapkan bangkai pitohuis untuk pameran museum. Kejadian mati rasa dan rasa terbakar juga dialami oleh para ilmuwan.
Karena hal ini pula, dirinya bertanya kepada penduduk asli Papua Nugini mengenai burung kecil tersebut. Rupanya, penduduk asli memang mengetahui mengenai toksisitasnya. Bahkan, mereka menyebutnya sebagai ‘burung sampah’. Hal ini dikarenakan burung tersebut mengeluarkan bau busuk saat dimasak dan menjadi pilihan paling akhir jika ingin mengonsumsinya.
Jack yang ingin mempelajari lebih lanjut akhirnya mengirim beberapa helai bulu burung pitohuis ke John W. Daly di National Institutes of Health. Dalam penelitiannya, John menemukan jika racun yang ada di bulu pitohui tersebut diidentifikasi sebagai batrachotoxins (BTXs) yang biasa ditemukan sebagai racun pada katak panah beracun Kolombia.
